
Kita semua tentu sudah tahu dengan jelas jika topiknya mengenai softaware editing gambar, maka kemungkinan besar Photoshop akan menjadi yang pertama kali muncul di benak kalian, kan? Tentu saja, Tentu saja Photoshop sangat populer dan dikenal untuk tugas-tugas seperti ini. Namun, menurut laporan terbaru, Adobe baru saja menggunakan AI atau kecerdasan buatan untuk mengenali foto yang sudah terkena sentuhan photoshop hanya dengan sekian detik. Tentu saja, aplikasi dari Adobe ini sangat populer dan dikenal di kalangan foto editor .
Meskipun demikian, perusahaan ini tidak ingin alatnya digunakan untuk kepentingan jahat, misalnya membuat foto palsu untuk menipu orang lain. Ssebuah penelitian yang dirilis baru-baru ini, menunjukkan bagaimana perusahaan bermaksud menggunakan AI untuk mendeteksi foto yang telah dimanipulasi.
Solusi yang dibuat bisa mengidentifikasi dengan cepat apabila seseorang telah menambah, mereplikasi atau menghilangkan elemen dari sebuah foto atau gambar. ia menganalisis jejak yang ditinggalkan ketika foto dimodifikasi.
“Masing-masing teknik ini cenderung meninggalkan beberapa bukti, seperti tepi kontras yang kuat, area yang sengaja diperhalus atau noise pattern yang berbeda,” jelas Vlad Morariu, Senior Research Scientist di Adobe.
Petunjuk yang ditinggalkan tidak dapat dilihat oleh mata manusia tetapi dapat diidentifikasi dengan analisis mendalam dan penerapan filter yang meningkatkan pengeditan. Kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh Adobe menggunakan dua teknik untuk menganalisis gambar.
Yang pertama adalah dengan memodifikasi RGB stream, yaitu nilai waena merah, hijau, biru pada gambar dan mengelola untuk meningkatkan manipulasi. Yang kedua, dengan mengubah noise flow dari gambar. Karena banyak kamera yang memiliki standar mereka, bisa saja untuk mengidentifikasi ketika ada sesuatu yang mencurigakan.

Untuk mendapatkan jawabannya, kecerdasan buatan itu telah dilatih dengan seribu contoh photo yang telah diedit. "Kita telah sukses melatih deep learning neural network untuk mengenali manipulasi gambar ," kata Morariu
Menurutnya, algoritmanya masih dalam tahan penyempurnaan dan di masa depan, mereka akan dapat menggunakn teknik-teknik lain, seperti perbedaan pencahayaan yang ada pada foto.
Bagi Jon Brandt, director of Adobe Research, salah satu peran terpenting yang dapat dimainkan oleh perusahaan adalah "mengembangkan teknologi yang membantu memantau dan memverifikasi keaslian media digital"
Solusi yang diciptakan oleh Adobe belum bisa diharapkan digunakan secara komersial, tetapi seharusnya dapat memberikan kontribusi terhadap penyelidikan forensik digital secara secara signifikan , yang biasanya memakan banyak waktu untuk memverifikasi apakah sebuah foto asli atau palsu.
Jadi, bagaimana menurut kalian? Tentu saja akan sangat bagus jika nantinya AI buatan Adobe ini bisa tersedia untuk publik dan dalam bentuk aplikasi yang dapt terinstal di PC atau Smartphone. Bagikan pendapat kalian di kolom komentar.
Advertisement